<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DPRa PKS Serdang</title>
	<atom:link href="http://dpraserdang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dpraserdang.wordpress.com</link>
	<description>PKS - Bersih Peduli Profesional</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Jul 2011 05:43:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dpraserdang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DPRa PKS Serdang</title>
		<link>http://dpraserdang.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dpraserdang.wordpress.com/osd.xml" title="DPRa PKS Serdang" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dpraserdang.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengenang Masa Lalu PKS</title>
		<link>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/06/24/mengenang-masa-lalu-pks/</link>
		<comments>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/06/24/mengenang-masa-lalu-pks/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 12:55:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpraserdang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Munas]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpraserdang.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[DPRa-PKS-Serdang &#8211; Jakarta, RMOL. Kata orang bijak, kita hidup sejatinya harus mengikuti realitas zaman. Tak boleh stagnan,apalagi mundur ke belakang. Karena dunia ini terus bergerak maju dan tak pernah berjalan ke belakang. Penggambaran itu rasanya pas buat Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai yang kelahirannya dibidani para aktivis dakwah kampus ini melangkah ke depan mengikuti realitas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=221&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>DPRa-PKS-Serdang</strong> &#8211; Jakarta, RMOL. Kata orang bijak, kita hidup sejatinya harus mengikuti  realitas zaman. Tak boleh stagnan,apalagi mundur ke belakang. Karena  dunia ini terus bergerak maju dan tak pernah berjalan ke belakang.</p>
<p style="text-align:justify;">Penggambaran  itu rasanya pas buat Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai yang  kelahirannya dibidani para aktivis dakwah kampus ini melangkah ke depan  mengikuti realitas zaman. Itulah makanya, Munas II PKS menetapkan partai  ini sebagai partai terbuka, insklusif, dan moderat. Tidak lagi  eksklusif seperti pada era sebelumnya. <span id="more-221"></span><br />
Ketika dilahirkan pada 20  Juli 1998, banyak orang memandang PKS berbeda dengan partai-partai  lainnya, termasuk dengan partai Islam sekalipun. PKS adalah partai yang  menjadikan dakwah sebagai basis gerakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di masa lalu, ciri khas  PKS itu begitu kental.Kader militan, ikhlas bekerja, patuh kepada  pimpinan, berusaha menerapkan nilai-nilai Islam adalah bagian dari  gambaran orang terhadap PKS.   Banyak orang lantas memposisikan  PKS  berbeda dengan partai Islam lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Wajah berbeda itulah yang  menjadi daya tarik tersendiri bagi PKS. Sehingga banyak orang, terutama  kalangan muda bergabung dan aktif di PKS melalui wadah-wadah pembinaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ditopang  oleh kader-kader militan -meski dengan jumlah kecil, PKS nyatanya mampu  unjuk gigi di hadapan hegemoni partai-partai besar yang lebih dulu  menguasai panggung politik Tanah Air. PKS yang tak punya tokoh sentral  itu juga mampu mensejajarkan  diri dengan parpol yang memiliki  figur-figur  popular.</p>
<p style="text-align:justify;">Kerja keras kader dengan ghirah keislaman  yang tinggi itu mampu mengirimkan 7 wakilnya ke Senayan pada Pemilu  1999. Saat itu, PKS meraih 1,4 persen suara. Perolehan suara PKS makin  membesar pada Pemilu  2004 dengan raihan 7, 34 persen suara (45 kursi di  DPR). Pemilu 2009 suara PKS juga menanjak meski kenaikkannya kecil,  yakni 7,88 persen (57 kursi di DPR).</p>
<p style="text-align:justify;">Kader-kader PKS dikenal  sebagai sosok yang menerapkan Islam secara kaffah (utuh) dari semua sisi  kehidupan. Mereka ingin mewarnai hidup ini dengan nilai-nilai Islam.  Tak hanya pada aspek  ibadah, tetapi juga sosial, budaya,  ekonomi,politik,dan lainnya. Mereka juga dikenal sebagai kader-kader  yang ikhlas tanpa pamrih dalam menjalankan tugas.</p>
<p style="text-align:justify;">Partai politik  adalah sarana untuk itu. Mereka berupaya ingin melakukan perubahan dan  menjadikan Islam sebagai ruh.  Partai tak sekadar mengejar kemenangan  dengan langkah-langkah pragmatis, tetapi lebih dari itu bagaimana  nilai-nilai Islam bisa mewarnai sisi kehidupan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi, wajah PKS  kini berubah. Sisi pembinaan kader memang masih berjalan, tetapi PKS  sekarang lebih berpikir pragmatis dalam upaya merebut kemenangan. Warna  eksklusif tak lagi melingkupi PKS, yang kini berubah menjadi partai  terbuka dan moderat. Siapa saja bisa masuk ke PKS, termasuk kalangan  nonmuslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Sikap membuka diri PKS ini sejalan dengan target  menembus tiga besar pada Pemilu 2014. PKS butuh suara sebanyak-banyaknya  untuk mewujudkan target itu. Sikap ini juga mencerminkan keterbukaan  PKS terhadap keberagaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, mengubah citra partai menjadi  terbuka dan moderat tentu bukan pekerjaan ringan. Apalagi, meyakinkan  basis massa tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung PKS.</p>
<p style="text-align:justify;">Sulit  memastikan apakah mereka menerima keterbukaan ini atau justru memilih  keluar dari PKS. Dikhawatirkan mereka lari meninggalkan partai karena  garis yang dibangun PKS sudah tidak seperti dulu lagi. PKS kini seperti  tak ada bedanya dengan partai lain yang mengejar kemenangan semata.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah  karakter kader-kader PKS di masa-masa awal  dulu masih akan terlihat  ketika PKS memutuskan menjadi terbuka dan moderat atau justru makin  hilang. Ini tentu menjadi pekerjaan elit-elit PKS bagaimana merawat  kader-kader dari generasi awal agar tidak meninggalkan partai.  [rap/rakyatmerdeka.co.id]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpraserdang.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpraserdang.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpraserdang.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpraserdang.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpraserdang.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpraserdang.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpraserdang.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpraserdang.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpraserdang.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpraserdang.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpraserdang.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpraserdang.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpraserdang.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpraserdang.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=221&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/06/24/mengenang-masa-lalu-pks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.159819 106.857316</georss:point>
		<geo:lat>-6.159819</geo:lat>
		<geo:long>106.857316</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bbc665a71892cdfc4d1da344748a7732?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dpraserdang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketua Majelis Syuro PKS : Kami Ingin Membangun Kebersamaan dalam Keragaman</title>
		<link>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/06/23/ketua-majelis-syuro-pks-hilmi-aminuddin-kami-ingin-membangun-kebersamaan-dalam-keragaman/</link>
		<comments>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/06/23/ketua-majelis-syuro-pks-hilmi-aminuddin-kami-ingin-membangun-kebersamaan-dalam-keragaman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 06:10:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpraserdang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Munas]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Tasqif]]></category>
		<category><![CDATA[Taujih]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Syuro]]></category>
		<category><![CDATA[MUNAS 2]]></category>
		<category><![CDATA[OKS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpraserdang.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin: Kami Ingin Membangun Kebersamaan dalam Keragaman MUNAS ke- 2 PKS Munas ke-2 PKS berakhir Minggu (20/6) di Jakarta. Dalam Munas yang diselenggarakan sejak 17-20 Juni 2010 itu, selain mengukuhkan kepengurusan PKS periode 2010-2015, juga dijadikan sarana untuk konsolidasi pimpinan PKS dari seluruh penjuru nusantara. Beragam hal ditanyakan publik juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=216&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kami Ingin Membangun Kebersamaan dalam Keragaman </em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>MUNAS ke- 2 PKS</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Munas ke-2 PKS berakhir  Minggu (20/6) di Jakarta. Dalam Munas yang diselenggarakan sejak 17-20  Juni 2010 itu, selain mengukuhkan kepengurusan PKS periode 2010-2015,  juga dijadikan sarana untuk konsolidasi pimpinan PKS dari seluruh  penjuru nusantara. Beragam hal ditanyakan publik juga kader PKS terkait  dengan sikap politik PKS belakangan ini, mulai dari soal keinginan PKS  menjadi partai terbuka sampai soal koalisi permanen. Berikut petikan  wawancara dengan <strong>Ketua Majelis Syuro PKS, KH Hilmi Aminuddin.<br />
</strong><span id="more-216"></span><strong><br />
Apa  yang ingin dicapai PKS dalam Munas 2 kali ini?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Musyawarah  nasional bagi PKS memiliki beberapa makna. Pertama, merupakan momentum  untuk konsolidasi pascapemilu dan konsolidasi menghadapi pemilu  (legislatif) maupun pemilukada berikutnya. Kedua, Munas merupakan  langkah koordinasi untuk menyiapkan dan melaksanakan program partai.  Ketiga, Munas menjadi sarana untuk menyosialisasikan langkah-langkah ke  depan PKS, sekaligus ajang mobilisasi seluruh kekuatan dari pusat hingga  ke daerah.</p>
<p style="text-align:justify;">Munas juga untuk merespons tantangan ke depan dan  memperkuat kerjasama dengan semua lapisan masyarakat yang selama ini  ikut serta membantu tumbuh kembangnya PKS.</p>
<p style="text-align:justify;">Buah dari konsolidasi dan  ekspansi tersebut diharapkan ke depan mudah-mudahan PKS mampu mencapai  target posisi tiga besar. Sebagian kalangan menilai target itu adalah  mimpi. Namun bagi kami bermimpi besar itu selalu dibiasakan. Apa yang  kami capai saat ini adalah mimpi kami beberapa waktu lalu. Bagaimana pun  kami harus mengubah impian itu menjadi tantangan yang menggairahkan,  melahirkan perencanaanperencanaan, dan program-program ke depan.</p>
<p><strong>Dalam  Munas kali ini berkembang lagi gagasan PKS untuk menjadi partai terbuka  atau menjadi partai tengah. Sejauh mana keseriusan PKS dengan rencana  atau keinginan itu?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bagi kami, menjadi partai terbuka atau  partai tengah bukanlah taktik atau strategi politik untuk menambah  jumlah pemilih. Tetapi hal itu merupakan implementasi atau pelaksanaan  dari ajaran Islam yang mengharuskan kami menjadi Ummatan Wasathan (Ummat  Pertengahan). Islam mengajarkan pluralitas atau keberagaman sebagai  sebuah sunnatullah. Dan itu disebutkan di dalam Alquran. Islam adalah  agama terbuka. Misinya adalah Rahmatan lil &#8216;alamin, sehingga  produk-produk kebajikan yang dihasilkan harus dinikmati oleh semua  kalangan, bukan hanya orang muslim saja. Eksklusivitas itu tidak  mencerminkan ajaran Islam. Kami ingin membangun kebersamaan dalam  keberagaman kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebetulnya, sejak 2008, saat Mukernas di Bali sudah  kita deklarasikan. Sebelum itu komunikasi sudah kita jalankan. Bahkan  dengan komunitas China sudah sejak PK lahir, khususnya melalui  organisasinya (INTI). Mereka sudah bekerjasama dan membantu PKS. Kita  tidak menawarkan Islam, namun menawarkan kerjasama. Bingkainya bisa  format kemanusiaan, kebangsaan, dan keummatan.Sekali lagi itu bukan  taktik dan strategi namun itu pengejawantahan dari ajaran Islam yang  hakiki.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa diawal kelahiran Partai Keadilan dan kemudian menjadi  PKS, kami terkesan eksklusif? Itu karena memang kami perlukan untuk  menunjukkan identitas dan integritas kami. Dengan itu kami bisa membuat  diferensiasi sehingga kami dihargai dan diakui. Anda saja kalau mencari  pasangan (suami/istri) pasti akan menilai dulu siapa calon Anda itu.  Setelah identitas dan integritas kami terbentuk, yang tentu saja  memerlukan proteksi, barulah kami mulai membuka diri untuk bersama-sama  dengan seluruh komponen bangsa membangun negeri ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan  keterbukaan itu juga membawa ke pergaulan dan kerjasama dengan komunitas  internasional, dalam pergaulan antar bangsa, juga dengan berbagai  negara, karena kami tidak mau terkungkung dalam pergaulan yang sempit.  PKS memiliki MoU dengan Partai Buruh Australia dan saling aktif menjalin  komunikasi. Kami juga menjalin komunikasi dengan Partai Komunis Cina.  Pemerintah Indonesia menginginkan diplomasi itu tidak hanya government  to government, namun juga diplomasi people to people. Oleh karena itu  PKS aktif menjalin komunikasi dengan partai-partai di berbagai negara,  baik yang sedang berkuasa maupun yang sedang tidak berkuasa.</p>
<p><strong>Berkaitan  dengan sikap politik PKS untuk menjadi Partai Terbuka, bagaimana  mengelola reaksi kader-kader PKS sendiri?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kader-kader PKS  adalah kader terbina. PKS itu seperti Universitas Terbuka dengan  pendididkan kader secara terus menerus. Struktur terkecil di PKS adalah  unit-unit kader yang jumlahnya minimal lima orang maksimal 12 orang.  Dalam tataran demokrasi, unit terkecil PKS ini merupakan lembaga  demokrasi terkecil dalam struktur PKS. Dalam tataran pendidikan unit  tersebut merupakan kelas pendidikan kader, dari sisi tataran sosial,  unit tersebut merupakan elemen komunitas sosial terkecil dimana mereka  saling bermusyawarah, mereka saling berkontribusi mengatasi problem  masing-masing. Dengan begitu kader-kader kami terbentuk menjadi kader  yang rasional, di mana saat lembaga tertinggi, yakni Majelis Syuro  mengambil sebuah kebijakan, mereka akan tahu ke mana arah kebijakan  tersebut. Dan mereka pula lah yang akan menyampaikan kebijakan PKS  kepada masyarakat, karena mereka bergaul aktif dengan masyarakat.  Kader-kader PKS umumnya masuk ke dalam struktur sosial masyarakat dan  terlibat aktif dalam kerjakerja sosial di masyarakat. Dengan demikian  kami memiliki mekanisme dan alur yang jelas dalam sosialisasi arah  kebijakan PKS.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan rencana PKS menerima  kader-kader baru dari kalangan non muslim, apa implikasinya? Apakah itu  bukan wajah lain dari Islamisasi di daerah-daerah yang penduduknya non  muslim?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam masalah kaderisasi, kami memiliki sistem  stelsel. Ada delapan tingkat kaderisasi, dua level di antaranya adalah  untuk menampung siapa saja. Disana terjadi berbagai proses kaderisasi.  Mengapa kita perlu memberi ruang itu? Karena berdasarkan pengalaman 10  tahun terakhir, di daerah-daerah yang mayoritas nonmuslim, kami sering  didatangi masyarakat dan tokoh-tokoh non muslim yang mengajukan diri  untuk bergabung dengan PKS. Kami jelaskan ke mereka bahwa kami partai  berazaskan Islam. Namun mereka mengatakan bahwa niatan bergabung bukan  karena agamanya, tetapi karena suka dan tertarik dengan program-program  kerja PKS. Akhirnya mereka pun membentuk kepengurusan di daerah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi  ini murni sebagai antisipasi ke depan. Kemudian perlu kami jelaskan,  kader PKS itu mengalami transformasi dalam proses kaderisasi bersama  PKS. Ada kader yang dibentuk menjadi tokoh Islam (rijalul Islam),  kemudian berkembang menjadi tokoh-tokoh dakwah (rijalul dakwah),  selanjutnya menjadi tokoh bangsa (rijalul ummah), dan akhirnya menjadi  negarawan (rijalul daulah). Dan kalau sudah mencapai posisi negarawan,  maka dia harus bertemu, berkomunikasi, berpartisipasi, dan bekerjasama  dengan semua komponen bangsa yang beragam.</p>
<p style="text-align:justify;">Soal mereka masuk Islam  atau tidak, Allah saja yang punya agama Islam tidak pernah memaksa  seseorang untuk beragama Islam. Apalagi PKS. Jadi tidak ada agenda  Islamisasi, dalam konteks pemaksaan agama itu tidak ada. Pemaksaan itu  bukan hanya melanggar kemanusiaan, namun juga melanggar aturan Allah  SWT. Dalam konteks kehidupan bernegara, Indonesia milik bersama. Kita  bukan satu-satunya.</p>
<p><strong>Tetapi simbol-simbol Islam masih  sangat kental. Misalnya soal takbir, pembelaan terhadap Palestina.  Tetapi di sisi lain PKS terkesan mendekati Amerika Serikat yang  jelas-jelas Pro Israel. Lantas bagaimana dengan kader-kader PKS di  daerah menghadapi pergeseran sikap ini?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Islam adalah  identitas PKS. Selamanya akan tetap menjadi identitas PKS karena itu  tetap akan selalu dijaga. Masalah Palestina, saya kira bukan hanya  persoalan Islam. Sekarang sudah menjadi persoalan kemanusiaan dan sudah  menjadi perhatian seluruh komunitas internasional. Kalau diperhatikan,  pembelaan kita terhadap Palestina ketinggalan dengan negaranegara Eropa.  Lihat saja sudah aktivis-aktivis dari negaranegara Eropa jauh lebih  berani dalam mengadvokasi persoalan Palestina dibanding kita. Termasuk  mendesak Israel agar membuka blokade terhadap Gaza. Masalah Palestina  juga merupakan komitmen konstitusi negara kita, yakni UUD 1945.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahwa  penjajahan di atas dunia harus dihapuskan dan Indonesia berkewajiban  untuk membantu upaya-upaya kemerdekaan bangsa-bangsa yang terjajah. Dan  negara-negara barat pun mengakui bahwa Palestina itu saat ini sedang di  jajah. Dalam kaitan hubungan dengan Amerika Serikat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami melihatnya  sebagai bangsa, hubungan antarbangsa. Bukan AS sebagai rejim. Kita tidak  terpengaruh secara khusus oleh perilaku rejim yang sedang berkuasa.  Namun kami melihatnya dalam pergaulan dan interaksi antar bangsa, dimana  bangsa AS merupakan bagian dari komunitas internasional. Kita harus  saling berinteraksi, berkomunikasi, dan bekerjasama, saling bantu dan  saling menguntungkan.<br />
<strong><br />
Bagaimana dengan penegakan syariat  Islam?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan ini sering ditanyakan, bahkan ditakutkan  sebagian komponen bangsa, jika PKS menang syariat Islam akan  diberlakukan. Terhadap pertanyaan itu kami menjawab bahwa tidak mungkin  bagi kami untuk meninggalkan syariat Islam. Semua pemeluk Islam pasti  melaksanakan syariat Islam. Yang harus dipahami, ada syariat yang bisa  dilakukan oleh individu dan ada yang harus dilakukan oleh negara,  artinya harus ada undang-undangnya. Sholat ada syariatnya, puasa ada  syariatnya, zakat ada syariatnya, setiap ibadah ada syariatnya. Ini  syariat yang dilakukan oleh individu. Hanya ada sebagian kecil syariat,  sekitar dua persen, yang ditakuti masyarakat, seperti hukum hudud,  razam, juga qishos ini harus negara yang melakukannya. Individu atau  kelompok tidak bisa melakukannya. PKS tidak bisa melakukannya, karena  tidak ada undangundangnya. Dan undang-undang adalah soal kesepakatan  publik. Kalau publik tidak sepakat ya tidak bisa dilaksanakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak  pihak yang setelah mendengarkan penjelasan ini jadi paham. Bahkan  mereka yang semula merasa tidak serumah dengan PKS, sekarang banyak yang  merasa serumah. Bahkan merasa sekamar.</p>
<p><strong>Dalam pidato  pembukaan Munas PKS menyatakan siap menjalin koalisi permanen dengan  SBY. Apakah selama ini PKS puas dengan koalisi yang dijalin?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ukurannya  tidak bersifat subyektif, bukan masalah puas atau tidak puas. Tapi kami  melihatnya, ada tidak manfaatnya bagi bangsa. Sejauh ini kami melihat  koalisi itu masih memberi manfaat bagi ummat. Selama membawa manfaat  bagi bangsa kita akan teruskan koalisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Terkait dengan koalisi  permanen, yang dimaksud adalah koalisi yang disesuaikan dengan  undang-undang yang berlaku. Undang-undang mengatur bahwa masa jabatan  pemerintahan berlangsung selama dua periode. Nah, selama periode itulah  koalisi kita bangun. Koalisi permanen tidak berarti koalisi sampai akhir  hayat. Koalisi kami sangat teratur dan terukur sesuai aturan-aturan  yang telah disepakati bersama. Semuanya tertulis dalam kontrak politik  yang rinci. Selama ini banyak manuver-manuver dan upaya memecah belah  koalisi kami dengan SBY, serta memprovokasi dan hasutan-hasutan agar  kami berpisah. Kami tidak tergoda dengan provokasi karena dasar koalisi  kami jelas, yakni dalam bingkai reformasi. Koalisi yang kami bangun  adalah koalisi dengan misi suci yakni untuk memperjuangkan kepentingan  bangsa, kepentingan Ummat. Bukan kepentingan kaum elit partai.</p>
<p><strong>Dalam  konteks Pemilu 2014, mengingat target untuk menjadi tiga besar berarti  PKS sudah merasa layak menacalonkan Presiden sendiri. Apa  langkah-langkah strategis yang akan dilakukan PKS?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kaderisasi  kepemimpinan di PKS itu pertama-tama di gembleng dulu di dalam  (internal) PKS, setelah itu diperkenalkan ke publik. Di PKS itu dikenal  ada yang disebut poros dakwah atau poros kerja. Poros kerja kita itu ada  empat level. Ada yang disebut poros struktural (bagaimana membangun  integritas pribadi), poros sosial (berinteraksi dengan masyarakat),  poros institusional (kemampuan institusinya yang berkembang), dan  terakhir poros kenegaraan (menjadi bupati, gubernur, menteri, dan  presiden). Sehingga kaderisasi kepemimpinan PKS memang mengarah kesana.  Dan kader-kader PKS yang saat ini menjadi Bupati, Walikota, Gubernur,  maupun Menteri merupakan bagian dari kader-kader bangsa ini. Kami dorong  agar mereka untuk bekerja dengan baik dan profesional sehingga bisa  memperoleh kepercayaan masyarakat. Dan pada saatnya nanti, jika  masyarakat percaya maka mereka akan menjadi pemimpin di negeri ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Pimpinan  nasional dalam pandangan PKS itu bukan hanya Presiden. Ada pimpinan  formal (Gubernur, Menteri, Presiden) dan ada pimpinan non formal. Kedua  jalur kepemimpinan itu kita dorong untuk terus berkembang. Jadi tidak  hanya pimpinan birokrasi pemerintahan atau lembaga-lembaga kenegaraan.  Dan pada saatnya kita akan sampai pada kepemimpinan nasional.<br />
<strong><br />
PKS  mengusung jargon bersih. Bagaimana dengan komitmen PKS ke depan untuk  pemberantasan korupsi dikaitkan dengan oknum di partai yang bermasalah?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saya  ingin tegaskan bahwa bersih itu dalam konteks bersih sebagai manusia,  bukan sebagai malaikat. Tentu saja ada kekurangan-kekurangan atau  kesalahan. PKS bukan partai malaikat, sehingga sangat mungkin berbuat  kesalahan. Namun ada mekanisme untuk meminimalisir masalah itu, yakni  dengan forum taushiyah atau mekanisme besarnya adalah proses amar makruf  nahyi munkar. Yakni mengkonsolidasikan, mengkoordinasikan, dan  memobilisir potensi-potensi pada setiap orang untuk bersama-sama  melahirkan kebajikan yang bermanfaat bagi seluruh manusia. Kita  menyadari bahwa setiap manusia memiliki potensi baik dan buruk  (faalhamaha fujuroha wataqwaha). Yang dikonsolidasikan dan dimobilisasi  adalah potensi positif kader.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika potensi positif dominan maka  potensi negatif akan marjinal (tidak hilang sama sekali). Sebaliknya  jika yang positif tidak dikelola, akhirnya yang negatif akan muncul  kembali ke permukaan sehingga yang positif akan menjadi marjinal.  Sedangkan Nahyi munkar, adalah mempersempit ruang gerak potensi negatif  dan memperkecil efek-efek buruknya. Agar tidak memprovokasi kehidupan  masyarakat, tidak merusak dan tidak mengganggu kehidupan sosial  masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Soal pemberantasan Korupsi, ada atau tidak ada KPK,  agenda tersebut harus tetap dijalankan. Dan PKS akan tetap berada di  garda terdepan dalam upaya pemberantasan korupsi di negeri ini. (-)</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber <em>Republika</em> terbit tgl 22 Juni 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpraserdang.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpraserdang.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpraserdang.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpraserdang.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpraserdang.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpraserdang.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpraserdang.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpraserdang.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpraserdang.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpraserdang.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpraserdang.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpraserdang.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpraserdang.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpraserdang.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=216&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/06/23/ketua-majelis-syuro-pks-hilmi-aminuddin-kami-ingin-membangun-kebersamaan-dalam-keragaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.159819 106.857316</georss:point>
		<geo:lat>-6.159819</geo:lat>
		<geo:long>106.857316</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bbc665a71892cdfc4d1da344748a7732?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dpraserdang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seni Berinteraksi</title>
		<link>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/19/seni-berinteraksi/</link>
		<comments>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/19/seni-berinteraksi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 04:17:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpraserdang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Tasqif]]></category>
		<category><![CDATA[Taujih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpraserdang.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[DPRa-PKS-Serdang  - Manusia adalah makhluk sosial, dia tidak bisa hidup seorang diri, atau mengasingkan diri dari kehidupan bermasyarakat. Dengan dasar penciptaan manusia yang memikul amanah berat menjadi khalifah di bumi, maka Islam memerintahkan umat manusia untuk saling ta’awun, saling tolong menolong bagi tersebarnya nilai rahmatan lil ‘alamin Islam. Maka dalam hal ini, Islam hanya menganjurkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=210&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><!-- / Bagian Judul Naskah Nih --><img title="jabat-tangan-tandatanya" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2008/07/jabat-tangan-tandatanya.jpg" alt="jabat-tangan-tandatanya" width="250" height="200" /><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>DPRa-PKS-Serdang  -</strong> Manusia adalah makhluk sosial, dia tidak bisa hidup seorang  diri, atau mengasingkan diri dari kehidupan bermasyarakat. Dengan dasar  penciptaan manusia yang memikul amanah berat menjadi khalifah di bumi,  maka Islam memerintahkan umat manusia untuk saling <em>ta’awun</em>,  saling tolong menolong bagi tersebarnya nilai <em>rahmatan lil ‘alamin</em> Islam. Maka dalam hal ini, Islam hanya menganjurkan umatnya untuk <em>ta’awun</em> dalam kebaikan saja, dan tidak membenarkan umatnya untuk<em> ta’awun</em> dalam kejahatan (lihat QS Al Maidah: 2).<span id="more-210"></span>Oleh sebab itu manusia selalu memerlukan kepada orang lain untuk  terus mengingatkannya, supaya kembali memakai kompas yang ada, supaya  tidak tersesat jalan. Dan Allah swt. telah mengajarkan kepada umat-Nya  bahwa peringatan sangat bermanfaat bagi kaum mukminin (lihat QS 51 :  55). Bahkan Allah swt menjadikan orang-orang yang selalu <em>ta’awun</em> dalam kebenaran dan kesabaran kedalam kelompok mereka yang tidak merugi  dalam hidupnya. (lihat QS Al Ashr).</p>
<p style="text-align:justify;">Umat Islam perlu mempraktekkan kembali prinsip <em>ta’awun</em> ini  dalam kehidupannya, misalnya dengan melakukan hal-hal berikut:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Dengan saling mengingatkan akan pentingnya mengisi waktu secara  maksimal untuk beribadah di bulan ini, atau saling membangunkan untuk  menyantap hidangan sahur dengan mengetuk pintu tetangga atau via  telepon, pager dan lain-lain.</li>
<li>Mempergunakan sarana-sarana yang disyari’atkan Allah swt. untuk  membina <em>ta’awun</em>, dengan membuka lebar-lebar pintu yang dapat  mengundang kepada hal-hal yang menggembirakan hati orang lain dan dengan  menutup segala pintu yang dapat mengundang perselisihan, apalagi  perpecahan. Karena itu, Islam mengharamkan tindak penyebaran isu yang  tidak ditopang dengan bukti-bukti nyata, demikian juga <em>ghibah</em>, <em>namimah</em>,  berprasangka buruk dengan sesama, saling menghina dan merendahkan,  memanggil orang dengan sebutan yang tidak pantas, memata-matai setiap  gerak temannya ataupun merasa tinggi hati (lihat QS Al Hujurat : 11 –  12). Dalam kaitan ini <em>ta’awun</em> tidak akan mungkin terwujud dari  hati  yang tidak padu.</li>
<li>Dan di antara perbuatan-perbuatan yang dianjurkan Islam untuk  memperkuat <em>‘alaqah ijtima’iyyah</em> (interaksi sosial) adalah:</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>a. </strong><strong><em>Silaturrahim</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Islam sangat menganjurkan <em>silaturrahim</em> antar keluarga, baik  dekat maupun  jauh, baik mereka <em>mahram</em> ataupun bukan. Apalagi  terhadap kedua orang tua. Islam bahkan mengkategorikan tindak “pemutusan  hubungan silaturrahim” sebagai dosa besar. Rasulullah saw. bersabda: “<em>Tidak  masuk surga orang yang memutuskan hubungan silaturrahim.</em>” (HR  Bukhari dan Muslim).<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>b. </strong><strong>Memuliakan Tamu</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tamu dalam Islam mempunyai kedudukan yang sangat terhormat. Dan  menghormati tamu merupakan salah satu indikasi iman seseorang.  Rasulullah saw. bersabda: “<em>…barang siapa beriman kepada Allah dan  hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.</em>” (HR Bukhari dan  Muslim).<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>c. </strong><strong>Menghormati Tetangga</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga menghormati tetangga, ia merupakan salah satu indikator  apakah seseorang beriman dengan benar atau belum. Rasulullah saw.  bersabda: “<em>… barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir  hendaklah ia memuliakan tetanggana.</em>” (HR Bukhari dan Muslim).<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>d. </strong><strong>Saling Menziarahi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah saw. sering menziarahi para sahabatnya. Beliau pernah  menziarahi Qais bin Sa’ad bin Ubadah di rumahnya dan mendo’akannya: “<em>Ya  Allah, limpahkanlah shalawat-Mu serta rahmat-Mu buat keluarga Sa’ad bin  Ubadah</em>”. Beliau juga menziarahi Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim,  Jabir bin Abdillah dan sahabat-sahabat lainnya. Ini menunjukkan bahwa  ziarah memiliki nilai positif dalam mengharmoniskan hidup bermasyarakat.<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>e. </strong><strong>Memberi Ucapan Selamat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Islam sangat menganjurkan perbuatan ini. Dan ucapan itu bisa  dilakukan ketika acara pernikahan, kelahiran anak baru, menyambut bulan  puasa, menyambut lebaran dan lain-lain. Sedangkan sarana yang dipakai  bisa disesuaikan dengan zamannya. Untuk sekarang bisa dilakukan dengan  mengirim kartu ucapan selamat, atau mengirim telegram indah, atau pesan  lewat pager, sms, e-mail, facebook, atau saling kontak via telepon atau  sarana-sarana lain yang bisa dimanfaatkan.<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>f. </strong><strong>Saling Memberi Hadiah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hadiah meski sekecil apapun, sangat bernilai bagi si penerima. Ia  dapat menumbuhkan rasa saling mencintai antara yang memberi dan yang  menerima. Inilah yang diisyaratkan oleh sabda Nabi Muhammad saw.: “<em>Hendaklah  kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.</em>”<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>g. </strong><strong>Peduli dengan Aktifitas Sosial di  Sekitarnya</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang peduli dengan aktifitas orang di sekitarnya, serta sabar  menghadapi resiko yang mungkin akan dihadapinya, seperti cemoohan,  cercaan serta sikap apatis masyarakat, adalah lebih baik daripada orang  yang pada asalnya sudah enggan untuk berhadapan dengan resiko yang  mungkin menghadang, sehingga ia lebih memilih untuk mengisolir diri dan  tidak menampakkan wajahnya di muka khalayak.<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>h. </strong><strong>Memberi Bantuan Sosial</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Islam sangat memperhatikan orang-orang lemah. Maka orang yang tidak  terbetik hatinya untuk menolong kalangan ini, atau mendorong orang lain  untuk melakukan amal mulia ini, dikatakan sebagai orang yang mendustakan  agama (lihat QS Al Ma-‘un: 1 – 3). Sedang memberi buka kepada orang  yang berpuasa, Allah swt. akan menyediakan ganjaran seperti yang didapat  oleh orang yang berpuasa itu (HR At-Tirmidzi dan An-Nasa-i).</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan merealisasikan beberapa hal di atas, <em>insya-Allah</em> <em>ta’awun</em> akan dapat terbina, karena <em>ta’awun</em> baru akan dapat terealisasi  apabila ada kesatuan jiwa. Dengan jiwa yang satu, akan tercapailah satu  tujuan yang dicita-citakan. Allahu a’lam</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber <em>dakwatuna.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpraserdang.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpraserdang.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpraserdang.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpraserdang.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpraserdang.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpraserdang.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpraserdang.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpraserdang.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpraserdang.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpraserdang.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpraserdang.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpraserdang.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpraserdang.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpraserdang.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=210&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/19/seni-berinteraksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-6.159819 106.857316</georss:point>
		<geo:lat>-6.159819</geo:lat>
		<geo:long>106.857316</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bbc665a71892cdfc4d1da344748a7732?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dpraserdang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2008/07/jabat-tangan-tandatanya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jabat-tangan-tandatanya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen Stres Membangun Karakter Tangguh</title>
		<link>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/19/manajemen-stres-membangun-karakter-tangguh/</link>
		<comments>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/19/manajemen-stres-membangun-karakter-tangguh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 04:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpraserdang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Tasqif]]></category>
		<category><![CDATA[Taujih]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpraserdang.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Dr. Setiawan Budi Utomo DPRa-PKS-Serdang – Pemilu, pilpres dan pilkada dapat membawa berkah maupun sebaliknya dapat menyebabkan pilu, baik bagi rakyat maupun kontestan kandidat legislatif, calon kepala daerah maupun calon presiden dan pasangannya. Stres adalah gejala umum yang menghantui para calon legislatif (caleg) dan mantan calon kepala daerah dan calon wapres maupun cawapres yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=207&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Oleh: <em>Dr. Setiawan Budi Utomo</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>DPRa-PKS-Serdang – </strong>Pemilu, pilpres dan pilkada dapat  membawa berkah maupun sebaliknya dapat menyebabkan pilu, baik bagi  rakyat maupun kontestan kandidat legislatif, calon kepala daerah maupun  calon presiden dan pasangannya. Stres adalah gejala umum yang menghantui  para calon legislatif (caleg) dan mantan calon kepala daerah dan calon  wapres maupun cawapres yang gagal terpilih. Stres pada tingkatan  tertentu dapat mengakibatkan kegilaan dan ketidakwarasan. Hal inilah  yang mendorong sejumlah rumah sakit jiwa di pusat dan daerah  mempersiapkan ruangan baru untuk menampung korban ambisi jabatan dan  pertaruhan politik dengan ketidaksiapan mental menghadapi kekalahan  sebagaimana diprediksi banyak pengamat. Mungkin reaksi ataupun  antisipasi beberapa rumah sakit jiwa dan para pengamat tersebut terlihat  pesimistis, skeptis dan terkesan sinis, namun melihat beberapa  pengalaman korban mental kekalahan di beberapa pilkada, bahkan  terenggutnya nyawa karena serangan jantung dan bunuh diri akibat kalah  pemilu patut mendapatkan perhatian serius dari para kandidat untuk dapat  mempersiapkan mental yang kuat dalam menghadapi risiko kekalahan dan  gagal terpilih dengan manajemen stres yang baik. Tekanan dan kelapangan  jiwa adalah tidak lepas dari manajemen diri dengan kehendak ilahi.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Swt. berfirman: “Bukankah Kami (Allah) telah melapangkan  untukmu dadamu? dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang  memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.  Karena sesungguhnya kesulitan itu disertai kemudahan, Sesungguhnya  kesulitan itu disertai kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari  sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,  dan hanya kepada Rabbmu lah hendaknya kamu berharap”. (QS.  Al-Insyirah:1-8).<span id="more-207"></span>Sebagai hamba Allah yang secara fitrah memiliki kelebihan dan  kekurangan, manusia membutuhkan sejumlah hal baru, kegembiraan dan  rangsangan tertentu dalam hidup. Seseorang dapat mengalami berbagai  ketidakpastian, kecemasan dan tekanan yang memotivasinya untuk melakukan  sesuatu, menjadi berhasil dalam mencapai sejumlah keinginan dan  cita-cita. Kemampuan seseorang untuk memusatkan perhatian dan memotivasi  diri dapat membantu meningkatkan pencapaian tertentu dan pengembangan  diri. Gejala ini disebut eustress yang berarti stres baik yang berdampak  positif (awalan eus dalam bahasa Yunani berarti baik) di mana kita  mampu mengatasi tuntutan, tantangan dan kondisi tekanan yang kita hadapi  sebagaimana dimaksud ayat di atas bahwa kesulitan itu disertai  kemudahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun bila tuntutan-tuntutan tersebut sampai kepada titik di mana  seseorang merasakan kegagalan atau kehilangan kemampuan untuk  mengatasinya, maka situasi tersebut kemudian dikenal sebagai dystress  yang berarti stres buruk yang berdampak negatif (awalan dy berarti  buruk). Dalam kondisi demikian seseorang cenderung merasa kewalahan dan  kehidupan terasa di luar kendali karena kecemasan berlebihan, rasa  takut, kepanikan, kebingungan dan kecenderungan putus asa menghantui  dirinya yang justru berakibat kebuntuan, ketumpulan, kemandulan dan  kontra produktif. Bukankah Allah mengarahkan hambanya dalam hal ini  dengan firman-Nya “dan hanya kepada Rabbmu lah hendaknya kamu berharap”  Dialah Yang Maha Kuasa atas segalanya, selalu mengajarkan optimisme  kepada manusia untuk tegar, bangkit bergairah penuh harapan akan  pertolongan-Nya dan melarang stres yang mengantarkan kepada  keputusasaan. (QS. Yusuf: 87, Al-Isra’: 83)</p>
<p style="text-align:justify;">Stres menurut Vincent Cornelli, seorang psikolog ternama merupakan  suatu gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan  tuntutan kehidupan dan dipengaruhi oleh lingkungan maupun penampilan  individu dalam lingkungan tersebut. Dan secara spesifik stres merupakan  gejala psikologis yang menurut Richard Lazarus, psikolog yang banyak  melakukan penelitian tentang stres sebagai sebuah hubungan khusus antara  seseorang dengan lingkungannya yang dianggap melampaui kemampuan dan  membahayakan kebahagiaan dan kepuasannya. Atau singkatnya merupakan  gejala yang timbul akibat kesenjangan (gap) antara realita dan idealita,  antara keinginan dan kenyataan, antara tantangan dan kemampuan, antara  peluang dan potensi.</p>
<p style="text-align:justify;">Hakikatnya stres merupakan gejala harian yang wajar dan setiap orang  pasti mengalaminya dan bukan sesuatu yang harus disembunyikan, tetapi ia  tak ubahnya seperti tantangan lainnya yang harus dihadapi dalam hidup.  Oleh karena itu stres bukan untuk ditakuti melainkan justru kita harus  berani mengatasinya dengan pengelolaan dan pengendalian stres dengan  sikap dan mental positif yaitu dihadapi dengan kepala tegak (saya tidak  takut menghadapinya), percaya diri (saya bisa mengatasinya); optimisme  solusi (apa yang harus saya lakukan terhadapnya); pengendalian (saya  akan mengendalikannya), penerimaan (stres memang bagian hidup yang  alamiah), perencanaan (bagaimana saya akan mengatasinya), dan dengan  bantuan pihak lain jika memang diperlukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut sebuah penelitian dari data faktual menunjukkan hampir  mayoritas orang tidak tahu bagaimana menangani stres padahal bila  dikelola dengan baik dapat menjadi motivator dan energi hidup, namun  stres yang berlebihan juga berpotensi melemahkan yang mana pada tahap  tertentu dapat menurunkan efektivitas kekebalan tubuh dan kerentanan  terhadap penyakit ringan seperti flu dan infeksi di samping dapat  menjadi penyebab tekanan darah tinggi, sakit kepala, diare, gangguan  pada pencernaan dan pembuangan serta kelainan dan penyakit lainnya yang  sering disebut sebagai gejala Phsycomatis. Kita sendiri sepenuhnya  bertanggung jawab terhadap bagaimana stres mempengaruhi diri sebagaimana  dimaklumi bahwa jika aspek-aspek kehidupan tidak ditangani dengan  manajemen yang baik, maka akan mudah mengalami gejala-gejala stres.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam manajemen stres gejala-gejala stres sangat penting pada tahap  pertama untuk dapat disadari dan dilakukan identifikasi sedini mungkin  sebelum terlambat yaitu dapat kita lakukan dalam daftar periksa dengan  memakai peringkat mulai dari tidak pernah sama sekali; kadang-kadang;  cukup sering; sangat sering; terus menerus secara konstan. Pemeriksaan  tersebut menurut para psikolog biasanya mencakup aspek:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Perilaku/tindakan (menurunnya kegairahan/bete, pemakaian obat  penenang, atau minuman penambah vitalitas yang berlebihan, meningkatnya  konsumsi kopi, kekerasan atau tindakan agresif pada keluarga atau  lainnya, gangguan pada kebiasaan makan, gangguan tidur (insomnia),  problem seksual, kecenderungan menyendiri, membolos, tidak waspada)</p>
<p style="text-align:justify;">2. Proses Sikap/Pikiran (pemikiran irasional dan kesimpulan bodoh,  lamban dalam pengambilan keputusan ataupun kesimpulan, kecenderungan  lupa dan penurunan daya ingat (amnesia), kesulitan berkonsentrasi,  kehilangan perspektif, berfikir vatalis, negatif, apatis, cuek dan serba  skeptis, menyalahkan diri, pikiran selalu was-was dan perasaan kacau,  bingung, dan putus asa.)</p>
<p style="text-align:justify;">3. Emosi/perasaan (cepat marah dan murung, cemas/takut/panik,  emosional dan sentimentil berlebihan, tertawa gelisah, merasa tak  berdaya, selalu mengkritik diri sendiri dan orang lain secara  berlebihan, pasif, depresi/sedih berkepanjangan atau sangat mendalam dan  merasa diabaikan)</p>
<p style="text-align:justify;">4. Fisik/fisiologis (sakit kepala dan sakit lainnya pada kepala,  leher, dada, punggung dan lain-lain, jantung berdebar,  diare/konstipasi/gangguan buang air besar, gatal-gatal, nyeri pada  rahang dan gigi gemertak, kerongkongan kering, pusing kepala, sering  buang air kecil dan perubahan pola makan, badan berkeringat tidak wajar)</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu sangat penting itu ditelusuri dan dideteksi faktor-faktor  penyebab stres untuk dapat mengendalikan stres dan mempertahankannya  hanya pada tingkat yang dapat merangsang dan memotivasi, bukan  merugikan. Faktor-faktor penyebab stres dapat kita temukan pada  sumber-sumber stres yang meliputi pekerjaan, anak-anak, keluarga,  kesehatan, keuangan, kesenangan dan kemasyarakatan. Lebih kongkretnya,  bidang-bidang kehidupan yang menjadi sumber utama penyebab stres  potensial dapat kita deteksi sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Kerja/belajar/tugas-tugas rumah tangga (cenderung tidak punya  waktu, terlalu banyak ataupun sedikit yang harus dilakukan, terlalu  banyak tugas dan terlalu sedikit pengendalian, tidak mendapatkan ucapan  terima kasih atau dihargai, tidak menyukai atasan, bawahan ataupun rekan  kerja, tidak punya cukup keterampilan untuk menyelesaikan pekerjaan,  kurang tantangan atau kebanyakan, tidak ada tujuan dari apa yang  dilakukan, menyangsikan apakah sesuatu yang dijalani merupakan  keinginan, terpaku pada pola perfeksionis yang berlebihan dan kaku).</p>
<p style="text-align:justify;">2. Keluarga (Merasa tidak punya keluarga dekat, merasa terbuang atau  tersisihkan dari keluarga, merasa keluarga menyita banyak waktu, terlalu  banyak tanggungan keluarga, jarang memiliki suasana kebersamaan  keluarga, anggota keluarga sakit, lokasi tinggal tidak ideal, kekerasan  mewarnai keluarga, keuangan keluarga memprihatinkan, kekhawatiran  terhadap keluarga)</p>
<p style="text-align:justify;">3. Masyarakat/teman/komunitas (tidak cukup banyak teman, kurang  bergaul dan sosialisasi, tidak memiliki teman dekat yang dapat dipercaya  dan tempat curhat)</p>
<p style="text-align:justify;">4. Karakter personal/kepribadian (tipe selalu gelisah, tertekan,  khawatir dan merasa tidak aman/terancam, tidak melatih dan mengelola  diri secara teratur, merasa tidak memiliki fisik dan kondisi kejiwaan  yang baik, sulit tertawa dan kurang rasa humor, tidak menyukai diri  sendiri, kurang keseimbangan diri, cenderung agak sinis, pesimis, dan  menginginkan yang terburuk, sulit termotivasi dan sebagainya)</p>
<p style="text-align:justify;">Mengkaji sumber potensial stres dan berbagai gejalanya dapat  menyadarkan kita pentingnya pengendalian stres yang pada gilirannya akan  memunculkan pertanyaan apakah stres memang dapat dikendalikan?  Persoalan yang sesungguhnya adalah apakah kita mau atau tidak menjadi  pengendali stres yang efektif dengan memiliki peran kepemilikan dan  pengendalian terhadap stres dan membuang jauh-jauh mental kalah dan  cenderung pasif memilih peran korban stres. Padahal banyak hal yang  dapat kita lakukan untuk penyembuhan diri, pengembangan diri dan  pertolongan diri serta make up diri dari dalam yang lebih menjanjikan  kebahagiaan dan mengantarkan kita kepada kesehatan rohani serta menjadi  insan berkarakter shalih dengan terapi mental secara ketat, pelatihan  diri secara keras dan penumbuhan motivasi mandiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi SAW sebagai figur teladan dan sosok manusia berjiwa besar saja  dalam rangka pengendalian stres sampai berjuang keras melalui doa  sekaligus evaluasi harian setiap pagi dan sore yang berlindung kepada  Allah dan selalu mawas dari delapan pangkal penyakit mental yang sumber  stres yakni; obsesi/pikiran yang mengganggu (hamm) dan kesedihan (huzn),  ketidakberdayaan (‘ajz) dan kemalasan/ kurang motivasi (kasal),  kekikiran (bukhl) dan ketakutan (jubn), problem keuangan (ghalabat dain)  dan tekanan orang lain (qohrir rijal).</p>
<p style="text-align:justify;">Manajemen stres dengan metode pengembangan karakter efektif dapat  dilakukan melalui pengendalian stres secara efektif dari ajaran Nabi  tersebut yang dapat dipetik di antaranya berupa pembebasan diri dari  pikiran yang mengganggu (hamm) dengan merubah pola berfikir irasional  dengan berfikir rasional dan mengefisienkan sikap mental yang boros atau  menguras emosi dan energi. Agar dapat efisien, kita harus berusaha  melatih agar sikap dan mental kita bersifat Fleksibel yaitu tidak hanya  menggunakan satu sudut pandang saja dalam melihat berbagai kejadian dan  peristiwa, Adaptif (terbuka secara selektif), Rasional (gabungan  argumentatif antara realisme dan idealisme), Positif (itikad, niat dan  tekad kuat dan baik disertai keyakinan) dan berorientasi Solusi (tidak  suka meratap dan mengeluh tetapi mencari jalan keluar yang terbaik).  Sikap mental yang efisien ini dikenalkan ahli psikologi dalam manajemen  kepribadian dengan sikap FARPS.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa cara berfikir yang menyimpang harus diluruskan untuk  mengendalikan stres di antaranya;</p>
<p style="text-align:justify;">- Filter (melihat dunia dengan kacamata kuda yang gelap dan satu  sudut yang cenderung membesar-besarkan hal yang negatif dari sebuah  situasi dan mengabaikan sisi positif ataupun hikmahnya),</p>
<p style="text-align:justify;">-  Generalasi yang tidak proporsional dengan cepat menyimpulkan pukul  rata secara umum tanpa merinci,</p>
<p style="text-align:justify;">- Fatalis yang melihat peristiwa dengan nuansa kiamat dan malapetaka,</p>
<p style="text-align:justify;">- Emosional, merasa selalu benar, menyalahkan pihak lain dan diri  sendiri tanpa bertanggung jawab, selalu mengukur dengan kacamata  seharusnya dan semestinya seperti “kamu harus memahami saya, mengerti  posisi saya”, “semestinya ia bersikap baik terhadap saya”,</p>
<p style="text-align:justify;">- Sindrom Martir (pengorbanan) dengan harapan segala pengorbanan  mendapatkan balasan, namun ketika tidak mendapatkan akan merasa kecewa  dan menderita. Oleh karena itu Allah melarang kita untuk mengharapkan  sesuatu timbal balik yang bersifat duniawi dari jasa, pengorbanan dan  kebaikan kita dalam bentuk apapun agar tidak stres (QS.Al-Mudatsir:6)</p>
<p style="text-align:justify;">Ada sepuluh keyakinan rasional yang dapat kita rumuskan dengan  mengacu kepada nilai-nilai Islam untuk mengatasi 10 keyakinan irasional  yang ditemukan oleh Dr. Albert Ellis, psikolog kondang Amerika yang  terkenal dengan terapi emotif rasionalnya yaitu;</p>
<p style="text-align:justify;">1. Saya harus dicintai dan disukai oleh orang-orang yang penting  dalam hidup saya. Jika tidak demikian, saya mungkin akan merasa kecewa,  tetapi saya dapat mengatasinya. Saya akan melakukan yang terbaik untuk  mengembangkan dan mempertahankan tali cinta kasih, persahabatan serta  hubungan baik.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Orang-orang yang ingin serba sempurna (perfeksionis) biasanya  mempunyai kadar stres yang sangat tinggi, dan ini sama sekali tidak  perlu. Sebab kita hanya perlu berusaha berbuat yang sebaik-baiknya  semampu kita dan Allah akan menilai usaha kita secara sungguh-sungguh  dan ikhlas.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Menghukum dan menyalahkan diri sendiri tidak akan cukup  menyelesaikan masalah, melainkan harus memulai bertindak yang lebih  konstruktif dan perbaikan yang berarti.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Berbuat yang terbaik bagi hidup dengan kesiapan mental untuk  menerima kegagalan yang merupakan sunnatullah dan merupakan konsekuensi  iman kepada takdir dengan penuh tawakal</p>
<p style="text-align:justify;">5. Problem dapat muncul dari peristiwa di luar kontrol dan tak  terelakkan, tetapi reaksi dan interpretasi terhadap peristiwa tersebut  yang harus dikendalikan secara benar, positif dan konstruktif.</p>
<p style="text-align:justify;">6. Kekhawatiran memang diperlukan namun tidak boleh membawa kepada  kondisi yang merenggut banyak pikiran dan emosi sehingga menekan jiwa</p>
<p style="text-align:justify;">7. Tekanan dalam hidup tidak dapat dihindarkan melainkan yang harus  dicari adalah jalan keluar (solusi) dari situasi sulit dan menekan.</p>
<p style="text-align:justify;">8. Percaya diri dan bergantung pada diri sendiri memang harus  dibangun tetapi harus dibarengi dengan keyakinan pada kekuatan ilahi dan  kesiapan mental untuk membutuhkan bantuan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">9. Ada beberapa problem yang sejak lama memang telah ada namun sikap  yang harus dibangun adalah tidak boleh pasrah menyerah, melainkan tetap  berfikir ke depan untuk memperbaiki dan mengatasinya.</p>
<p style="text-align:justify;">10. Sikap emosional, sentimentil, afektif dan empatif terhadap orang  lain tidak boleh menenggelamkan kita dalam kesedihan berlebihan yang  menambah mudarat melainkan harus dibalikkan menjadi sebuah motivasi  untuk memberikan manfaat dan bantuan kepada orang yang kita beri  simpati.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa panduan ruhiyah dapat menjadi obat dan terapi yang cukup  efektif untuk pengendalian stres di antaranya; perbanyakan shalat sunnah  dengan khusyu’, menghayati dan mengambil wisdom asmaul husna (nama-nama  mulia Allah), merawat kondisi bersuci, tadabbur al-Qur’an, kisah-kisah  teladan dan success stories yang pernah terjadi setelah mengalami  kegagalan, relaksasi jiwa dan kontemplasi dengan dzikir bebas dan  tafakkur yang dapat dilakukan pula dengan pengolahan pernafasan,  rekreasi, olahraga, manajemen istirahat yang baik, canda dan humor yang  sehat, membaca buku dan ngobrol yang bermanfaat. Semuanya ini pernah  dilakukan bahkan dianjurkan oleh Rasulullah saw.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang yang berkepribadian shalih bukan yang tidak punya masalah dan  tidak menghadapi atau lari dari stres dan masalah, melainkan orang yang  justru mampu menghadapi masalah tanpa bermasalah baru dan mengatasi  stres dengan baik, sebab segala peristiwa hidup merupakan ujian iman  untuk menempa karakter manusia yang harus dihadapi sebagai bahan  peningkatan kualitas diri dan bukan untuk dihindari. (QS. Al-Mulk: 2,  Al-Ma’arij: 19)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Wallahu A’lam wa Billahit taufiq wal Hidayah.</em> []</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber <em>dakwatuna.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpraserdang.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpraserdang.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpraserdang.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpraserdang.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpraserdang.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpraserdang.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpraserdang.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpraserdang.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpraserdang.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpraserdang.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpraserdang.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpraserdang.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpraserdang.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpraserdang.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=207&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/19/manajemen-stres-membangun-karakter-tangguh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.159819 106.857316</georss:point>
		<geo:lat>-6.159819</geo:lat>
		<geo:long>106.857316</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bbc665a71892cdfc4d1da344748a7732?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dpraserdang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komunikasi Efektif</title>
		<link>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/19/komunikasi-efektif/</link>
		<comments>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/19/komunikasi-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 03:54:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpraserdang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Tasqif]]></category>
		<category><![CDATA[Taujih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpraserdang.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Dr. Setiawan Budi Utomo DPRa-PKS-Serdang – Kehidupan selalu ditandai dengan konflik dan pertentangan. Pertentangan ini mungkin bukan pertentangan yang bersifat fisik dan anarkis. Pertentangan juga bisa berupa situasi di mana dua orang atau lebih memiliki pandagan yang sama sekali berbeda, keinginan-keinginan yang berbeda, atau tujuan-tujuan yang tidak sama dan masing-masing berusaha untuk mendapatkan apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=203&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <em>Dr. Setiawan Budi Utomo</em></p>
<p><img title="komunikasi-efetif" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2009/06/komunikasi-efetif.jpg" alt="komunikasi-efetif" /></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>DPRa-PKS-Serdang – </strong>Kehidupan selalu ditandai dengan  konflik dan pertentangan. Pertentangan ini mungkin bukan pertentangan  yang bersifat fisik dan anarkis. Pertentangan juga bisa berupa situasi  di mana dua orang atau lebih memiliki pandagan yang sama sekali berbeda,  keinginan-keinginan yang berbeda, atau tujuan-tujuan yang tidak sama  dan masing-masing berusaha untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana dalam sebuah pertempuran, setiap prajurit  harus tahu senjata apa yang ia miliki, dan kapan harus memanfaatkannya.  Namun, senjata bukan segala-galanya. Ingat ungkapan <em>“the man behind  the gun”.</em> Senjata tanpa kemampuan atau kompetensi orang di  belakangnya dapat amat berbahaya. Kita perlu memanfaatkan  kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri kita dan mendesakkannya terhadap  kelemahan-kelemahan lawan. Jangan kita masuk dalam situasi di mana kita  hanya dimanfaatkan oleh kekuatan lawan.<span id="more-203"></span>Ada sebuah ungkapan menarik dari J. Robert Parkinson, seorang ahli  organisasi dan manajemen yang menegaskan:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Jangan pernah menendang seekor kangguru.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam soal tendang-menendang, seekor kangguru tentu jauh lebih baik  dari kita. Karena itu, bila kita ikut kontes tendang-menendang dengan  seekor kangguru, tentu kita akan kalah; sama sekali tidak masuk akal.  Hal itu bukan berarti kita menghindari konflik atau pertentangan. Itu  hanya berarti kita harus tahu lebih baik daripada sekedar memilih  tendangan sebagai senjata. Pilih, rencanakan, dan pikirkan sebelumnya,  agar kita dapat menentukan aturan mainnya, maka kita tidak akan terpaku  pada permainan tendang-menendang dengan seekor kangguru.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hal yang harus diketahui, agar komunikasi lebi efektif:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.  Mempengaruhi orang lewat perjumpaan (negosiasi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum merencanakan taktik dan strategi dalam mempengaruhi, hal yang  sangat penting harus dilakukan adalah menyatakan dengan  sejelas-jelasnya apa yang kita inginkan. Paksa diri kita untuk  menulisnya. Kita mungkin bisa membohongi diri sendiri, tapi kita tidak  dapat berbohong pada kertas putih. Tanpa ada tujuan yang jelas, kita tak  mungkin mengetahui apakah kita sudah mencapainya atau belum. Kita juga  sulit menentukan strategi apa yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibarat mengendarai sebuah mobil. Jika kita tidak memiliki tujuan yang  pasti, maka sebenarnya tidak ada bedanya jalan manapun yang kita lalui  dan seberapa cepat kita mengendarai mobil tersebut. Kita hanya akan  menghamburkan banyak waktu, tenaga, dan bahan bakar. Kita tidak akan  mencapai apa-apa. Mulai sekarang kita harus berprinsip:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“apapun yang kita lakukan, lakukan hal itu atas dasar tujuan.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kebiasaan salah yang kerap dilakukan dalam proses negosiasi adalah  terlalu luas dan general dalam menentukan tujuan. Karena luasnya, hingga  tujuan tersebut tidak dapat dijalankan. Ingatlah ungkapan:</p>
<p style="text-align:justify;"><em> “Setiap perjalanan ribuan kilometer harus dimulai dengan satu  langkah pertama.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika kita menggambarkan tujuan yang kita ingin capai, anggap  pernyataan itu seakan-akan sebagai satu langkah, dan bukan seluruh  perjalanan itu. Kita perlu menentukan apa yang ingin kita capai <strong>sekarang</strong>,  dengan <strong>orang tertentu</strong>, pada pertemuan <strong>tertentu  ini</strong>, dalam <strong>pembicaraan ini</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam melangsungkan pertemuan untuk bernegosiasi, ada  beberapa saran pokok yang kiranya penting dijadikan perhatian:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama,</strong> bayangkan pertemuan tersebut di benak kita.  Persiapkan sebelumnya dengan menuliskan skenario yang mungkin kita  masuki, tapi jangan terlalu kaku berpegang padanya kata demi kata. Kalau  kita terlalu kaku, kita akan dihadapkan pada kebingungan jika lawan  memberikan tanggapan yang lain dari yang kita skenariokan. Lebih baik  kita memikirkan pokok-pokok perkara yang kiranya akan dikemukakan oleh  pihak lain (lawan) dalam memberikan reaksi dan kemudian memberikan  urutan perkara yang ingin kita kemukakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu cobalah untuk mem-visualisasikan dimana pertemuan itu  berlangsung. Apakah kita akan berdiri di podium? Duduk di meja? Di  kantor pribadi atau di kantor lawan bicara kita?. Cobalah bayangkan!  Pikirkan dalam-dalam cara yang kita mau dan situasi yang kita masuki  sebelum kita  mempraktekkannya dalam perjumpaan riil. Kendalikan  pertemuan tersebut sesuai dengan rencana yang kita buat. Dengan begitu,  kita dapat memenangkan menit-menit atau detik-detik pertama yang amat  penting dalam pertemuan tersebut. Amat mungkin bahwa lawan kita tidak  melakukan proses mental semacam itu, sehingga situasi aktualnya akan  merupakan sesuatu yang benar-benar baru baginya, maka kita akan lebih  diuntungkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua</strong>, rencanakan faktor-faktor kebetulan. Contoh  sederhana, suatu saat kita membayangkan bertemu seorang pria, namun  kenyataannya ia adalah seorang wanita. Karena itu, ketika mengembangkan  sebuah rencana, pastikan bahwa rencana itu mencakup hal-hal kebetulan  yang mungkin akan terjadi tetapi belum dapat anda prediksi. Tegasnya, <em>“Jangan  membiarkan apapun ditentukan oleh faktor kebetulan. Jangan mengandaikan  apa-apa tanpa kita selidiki dan persiapkan terlebih dahulu.”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketiga</strong>, Santailah! Ketika pertemuan tiba, bisa jadi  kita merasa adanya tekanan, stress, ketegangan, dan selusin perasaan  serupa. Itu merupakan hal yang lumrah. Dalam keadaan seperti itu,  adrenalin mengalir dalam sistem tubuh  dan jantung terpacu. Kita tidak  dapat mengontrol aliran adrenalin itu tapi kita dapat mengendalikan  pengaruhnya. Pada saat itu, bagian tubuh yang pertama bereaksi adalah  kaki kita dengan mengikuti “Sindroma melawan atau lari”. Tolak dorongan  untuk melarikan diri dan berkonsentrasilah pada upaya untuk  mengendalikan kaki kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita sedang berdiri, berdirilah tegak dengan dua kaki menapak  kuat di atas lantai dan sedikit renggang. Usahakan berat badan terbagi  rata pada kedua kaki. Jangan mengalihkan berat badan dari kaki satu ke  kaki yang lain. Jangan pula bergoyang-goyang. Berdirilah tegak dengan  sikap tenang.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita duduk, lupakan kursi memiliki sandaran, duduklah tegak  dengan tatapan ke depan. Jangan menggeser-geser kaki jika tidak  diperlukan. Ingat, kendalikan adrenalin lewat kontrol pada kaki anda.  Dengan sikap tenang tanpa terburu-buru. Lakukan gerakan-gerakan dengan  tenang. Bentuklah kesan bahwa kita Atentif (penuh perhatian), Aktif,  Waspada, dan Agresif (AAWA). Konsentrasi! Jadikanlah hal itu sebagai  prioritas utama dan berusahalah dengan keras untuk itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keempat</strong>, cari “petunjuk” sebagai senjata. Terkadang  kita dihadapkan oleh situasi yang sangat kaku dan dingin, atau situasi  yang membuat kita terpojok. Salah satu kiat mengatasinya adalah dengan  mengalihkan perhatian pada hal-hal yang bisa mencairkan suasana. Lawan  kita pasti memiliki hobby atau kesenangan. Terkadang kita dapat  menemukannya dengan cepat di ruangannya. Lukisan, hiasan atau lainnya  dapat kita gunakan sebagai petunjuk. Asal daerah terkadang perlu juga  kita tanyakan. Mungkin kita dapat mencairkan suasana dengan mencoba  membuai lawan bicara kita untuk bernostalgia dengan kampung halamannya.  Ingat jangan terburu-buru pada tujuan utama kita! Observasilah dengan  cepat dan teliti ruangan atau dokumen yang ada dan gunakan petunjuk  apapun yang dapat digunakan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tips Menjual Gagasan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Gagasan adalah buah dari cara berpikir anda. Gagasan ibarat bayi yang  baru dilahirkan, masih amat lemah tanpa bantuan sekelilingnya. Gagasan  memerlukan penanganan khusus sejak dilahirkan hingga diubah menjadi  cara-cara praktis mengerjakan sesuatu lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ada beberapa tips menjual gagasan pada orang lain:</strong></p>
<ol style="text-align:justify;" type="1">
<li>Rancang      gagasan dengan baik</li>
<li>Jelaskan      dengan berhati-hati</li>
<li>Perhatikan      soal waktu dalam gagasan itu</li>
<li>Perhatikan daya guna dalam gagasan      itu</li>
<li>Buatlah gagasan itu betul-betul      meyakinkan</li>
<li>Pakailah      penilaian yang tepat</li>
<li>Ajaklah      pengikutsertaan orang lain di dalamnya</li>
<li>Ujilah      keampuhan gagasan itu</li>
<li>Lakukan      pembaharuan</li>
<li>Bersikaplah      tabah</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tips menyusun pesan untuk mempengaruhi orang lain:</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>Attention</em> (perhatian)</li>
<li><em>Need</em> (kebutuhan)</li>
<li><em>Satisfaction</em> (pemuasan)</li>
<li><em>Visualization</em> (visualisasi)</li>
<li><em>Action</em> (tindakan)</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Jadi, bila anda ingin mempengaruhi orang lain, rebutlah lebih dulu  perhatiannya, selanjutnya bangkitkan kebutuhannya, berikan petunjuk  bagaimana cara memuaskan kebutuhan itu, gambarkan dalam pikirannya  keuntungan dan kerugian yang diperoleh bila ia menerapkan atau tidak  menerapkan gagasan anda. Doronglah ia untuk bertindak.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh sederhana. Bila anda berkata kepada teman anda, “Lihat  rambutmu!” Anda berada pada tahap pertama. Bila kemudian anda menyatakan  bahwa rambut itu perlu dipotong, Anda berusaha meyakinkan dia akan <em>kebutuhannya</em> sendiri. Katakan bahwa sudah saatnya memotong rambut. Ini <em>pemuasan</em>.  Anda tentu akan menjelaskan, bila tidak dipotong cepat-cepat, rambut  itu akan mengganggunya, menyebabkan ia kelihatan tidak rapi; sedangkan  bila dipotong, ia akan tampak gagah, sopan, rapi dan tampan. Ini usaha <em>visualisasi</em>.  “Ayo, cukurlah  rambutmu sekarang.” Adalah saran Anda supaya komunikasi  melakukan <em>tindakan</em>.<br />
<strong><br />
Tips Komunikasi Efektif</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Langkah 1</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Kenalilah tujuan anda</li>
<li> Kenalilah pendengar anda</li>
<li> Kenalilah pendekatan anda</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Langkah 2</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Apa yang akan saya bicarakan</li>
<li> Siapa yang terlibat</li>
<li> Dimana sesi tersebut</li>
<li> Kapan sesi tersebut disampaikan</li>
<li> Mengapa sesi disampaikan</li>
<li> Bagaimana saya melakukan</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Langkah 3</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Carilah kisi-kisi yang merealisasi tujuan</li>
<li> Carilah kisi-kisi yang berhubungan dengan pendengar</li>
<li> Carilah pendekatan yang tepat</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Semoga dengan tulisan singkat ini menjadi bekal bagi para pembaca  untuk mampu mengamalkan kaidah <em>“Khatibul qaumi ‘ala qadri uqulihim”,  Berkomunikasilah dengan suatu kelompok masyarakat sesuai dengan kadar  intelektualitas mereka.”</em> Allahu a’lam</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber <em>dakwatuna.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpraserdang.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpraserdang.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpraserdang.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpraserdang.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpraserdang.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpraserdang.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpraserdang.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpraserdang.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpraserdang.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpraserdang.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpraserdang.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpraserdang.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpraserdang.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpraserdang.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=203&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/19/komunikasi-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.159819 106.857316</georss:point>
		<geo:lat>-6.159819</geo:lat>
		<geo:long>106.857316</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bbc665a71892cdfc4d1da344748a7732?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dpraserdang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2009/06/komunikasi-efetif.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">komunikasi-efetif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dakwah dengan Teladan</title>
		<link>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/06/dakwah-dengan-teladan/</link>
		<comments>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/06/dakwah-dengan-teladan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 12:52:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpraserdang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Taujih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpraserdang.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Sumber republika Oleh Hamdi SSos &#8221;Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.&#8221; (QS Al-Anbiyaa : 107). Rasulullah SAW adalah sebaik-baiknya teladan bagi umat manusia. Dalam berdakwah, Rasul SAW senantiasa mengajak umatnya dengan cara yang lembut, sopan, bijaksana, kasih sayang, dan penuh keteladan. Sebab, sejatinya dakwah adalah menyeru dan mengajak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=197&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sumber <em>republika</em></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh <em><strong>Hamdi SSos</strong><br />
</em><br />
&#8221;Dan tiadalah Kami  mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta  alam.&#8221; (QS Al-Anbiyaa : 107).</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah SAW adalah  sebaik-baiknya teladan bagi umat manusia. Dalam berdakwah, Rasul SAW  senantiasa mengajak umatnya dengan cara yang lembut, sopan, bijaksana,  kasih sayang, dan penuh keteladan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebab, sejatinya dakwah adalah  menyeru dan mengajak umat manusia untuk menjadi lebih baik. Bukan  menakut-nakuti mereka dengan berbagai ancaman. Dalam Alquran, Allah SWT  memberikan tuntunan berdakwah dengan tiga cara, yakni <em>bil hikmah,  mau&#8217;izhah hasanah wa jaadilhum billati hiya ahsan.</em> &#8221;Ajaklah  (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah (bijaksana), pelajaran  (nasihat) yang baik, dan cegahlah mereka dengan cara yang baik.&#8221; (QS  An-Nahl: 125).</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu, Allah dan Rasul-Nya mengharamkan  segala bentuk praktik kotor dengan mengatasnamakan dakwah. Misalnya,  memanipulasi atau menjual ayat-ayat Allah demi keuntungan sesaat,  mengeksploitasi potensi umat demi kepentingan pribadi atau melakukan  pemaksaan dan tindakan anarkis atas nama agama.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-197"></span>Dalam berdakwah,  Rasulullah SAW mendahulukan prinsip <em>rahman</em> (kasih sayang),  karena beliau diutus ke muka bumi ini sebagai rahmat bagi semesta alam.  (QS Al-Anbiyaa : 107). Sebab, dengan cara ini, metode dakwah lebih  berjalan efektif untuk memberikan kesadaran umat.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang pemuda  pernah bertemu dan bertanya pada Rasul SAW. &#8221;Ya Rasulullah, izinkan  saya berzina.&#8221; Rasul memandangi pemuda tersebut dengan penuh kasih  sayang dan mengajaknya berdialog. &#8221;Sukakah kamu bila itu terjadi pada  ibumu?&#8221; tanya Rasul. &#8221;Tidak, demi Allah,&#8221; jawab anak muda itu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221;Sukakah  kamu bila itu terjadi pada saudara perempuanmu?&#8221; tanya Rasul. &#8221;Tidak,  demi Allah.&#8221; &#8221;Sukakah kamu bila itu terjadi pada anak perempuanmu?.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221;Tidak,  demi Allah.&#8221; Sukakah kamu bila itu terjadi pada istrimu?&#8221; Anak muda  itu menjawab, &#8221;Tidak, Demi Allah.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah lalu berkata,  &#8221;Demikianlah halnya dengan semua perempuan, mereka itu berkedudukan  sebagai ibu, saudara perempuan, istri, atau anak perempuan.&#8221; Kemudian  beliau meletakkan telapak tangannya di dada pemuda itu, lalu  mendoakannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Alangkah indahnya teladan Rasulullah SAW. Begitu  lembut dan penuh dengan kasih sayang. Nasihatnya tak menyakitkan si  pendengarnya, bahkan menyadari kekeliruan yang dibuatnya. Dan si  pendengar tidak menganggap nasihat itu sebagai sebuah larangan,  melainkan contoh yang akan terjadi terhadap dirinya dan keluarganya.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah  yang menjadi tantangan dan tugas pada dai untuk mengajak umat menuju  kebaikan, serta menghindarkan mereka dari perbuatan dosa. Rasulullah SAW  telah mengajarkan dan mencontohkan cara berdakwah yang baik dan penuh  hikmah. <em>Wa Allahu a&#8217;lam.</em>(-)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpraserdang.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpraserdang.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpraserdang.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpraserdang.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpraserdang.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpraserdang.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpraserdang.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpraserdang.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpraserdang.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpraserdang.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpraserdang.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpraserdang.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpraserdang.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpraserdang.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=197&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/06/dakwah-dengan-teladan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.159819 106.857316</georss:point>
		<geo:lat>-6.159819</geo:lat>
		<geo:long>106.857316</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bbc665a71892cdfc4d1da344748a7732?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dpraserdang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dakwah Dengan Cinta</title>
		<link>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/06/dakwah-dengan-cinta/</link>
		<comments>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/06/dakwah-dengan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 12:50:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpraserdang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Taujih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpraserdang.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Sumber republika Oleh A Ilyas Ismail Pada era baru sekarang dakwah tak boleh dilakukan dengan cara-cara kekerasan atau cara-cara yang menimbulkan kebencian dan permusuhan. Dakwah sejatinya harus mendekatkan, bukan malah menjauhkan, manusia (mad`u) dari petunjuk Tuhan. Dakwah harus menimbulkan rasa cinta dan kasih sayang, bukan justru menanamkan kebencian dan permusuhan  (al-`Adawah wa al-Baghdha&#8217;) . Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=195&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sumber <em>republika</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Oleh </strong><em>A Ilyas Ismail</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pada era baru  sekarang dakwah tak boleh dilakukan dengan cara-cara kekerasan atau  cara-cara yang menimbulkan kebencian dan permusuhan. Dakwah sejatinya  harus mendekatkan, bukan malah menjauhkan, manusia <em>(mad`u)</em> dari  petunjuk Tuhan. Dakwah harus menimbulkan rasa cinta dan kasih sayang,  bukan justru menanamkan kebencian dan permusuhan  <em>(al-`Adawah wa  al-Baghdha&#8217;)</em> .</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam bukunya yang amat monumental, &#8216;Dakwah  di Era Globalisasi&#8217;  <em>(Khithabuna al-Islami fi `Ashr al-Awlamah),</em> ulama besar dunia, Dr Yusuf al-Qaradhawi, mengimbau kaum Muslimin agar  berdakwah dengan cinta. Agama, kata al-Qaradhawi, pada intinya adalah  cinta, yakni cinta kepada kebenaran, kebaikan, dan kedamaian.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-195"></span>Dakwah,  mula-mula harus dilakukan dengan mengajak manusia agar cinta kepada  Allah SWT. Sebab, Allah adalah sumber segala nikmat dan Pemberi segala  kebaikan. &#8221;Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allahlah  (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya  kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.&#8221; (QS al-Nahl [16]: 53).</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia  sejatinya adalah tawanan kebaikan  <em>(asir al-ihsan).</em> Ia  cenderung baik dan berbuat baik kepada siapa pun yang baik dan berbuat  baik kepadanya. Lantas, bagaimana ia tidak baik dan tidak cinta kepada  Allah, Tuhan yang telah melimpahkan kepadanya kebaikan dari ujung rambut  hingga ujung kaki. (QS Luqman [31]: 20).</p>
<p style="text-align:justify;">Berikutnya, dakwah  dilakukan dengan mengajak manusia agar cinta kepada alam. Berbeda dengan  Barat, jelas al-Qaradhawi, Islam tidak memusuhi alam, tetapi  mencintainya. Dikisahkan, dalam perjalanan pulang dari suatu lawatan,  Rasulullah SAW ditemani beberapa orang sahabat setiba mereka di seberang  Gunung Uhud, Nabi berkata, &#8221;Itu Gunung Uhud yang kita cintai, dan ia  cinta kepada kita.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, berikutnya lagi, dakwah dilakukan  dengan mengajak dan menggelorakan rasa cinta kepada manusia dan  kemanusiaan. Cinta kepada manusia berarti kita mengharapkan kebaikan,  keselamatan, dan petunjuk Tuhan (hidayah) kepada mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Diceritakan,  ketika Rasulullah dizalimi orang-orang Thaif, banyak orang meminta agar  Nabi berdoa, melaknat mereka. Akan tetapi, Nabi menolaknya, seraya  berkata, &#8221;Demi Allah, aku ingin dari kampung ini kelak lahir anak-cucu  yang menyembah Allah SWT. Ya Allah, berikan petunjuk kepada kaumku,  karena sesungguhnya mereka (berbuat kejahatan), lantaran mereka tak  mengetahuinya.&#8221; (HR Bukhari dan Muslim).</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, Rasulullah SAW  telah memulai dan memberikan  <em>uswah hasanah</em> dakwah dengan  cinta. Imam al-Syahid Hasan al-Banna melanjutkan dan mendorongnya.  Katanya,  <em>Naghzu al-nas bi al-hubb la bi al-sayf</em> (Kami akan  memerangi manusia dengan cinta, bukan dengan pedang).  <em>Wa Allahu  a`lam.</em>(-)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpraserdang.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpraserdang.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpraserdang.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpraserdang.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpraserdang.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpraserdang.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpraserdang.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpraserdang.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpraserdang.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpraserdang.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpraserdang.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpraserdang.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpraserdang.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpraserdang.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=195&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/06/dakwah-dengan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.159819 106.857316</georss:point>
		<geo:lat>-6.159819</geo:lat>
		<geo:long>106.857316</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bbc665a71892cdfc4d1da344748a7732?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dpraserdang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CARA MAKAN RASULULLAH</title>
		<link>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/06/cara-makan-rasulullah/</link>
		<comments>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/06/cara-makan-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 09:38:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpraserdang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baitul Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Taujih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpraserdang.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[القواعد النبوية في الغذاء DPRa-PKS-Serdang &#8211; CARA MAKAN RASULULLAH Jika kita mengamati pola makan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Maka kita akan dapati bahwa beliau mengumpulkan beberapa aspek, diantaranya aspek faidah, kenikmatan dan penjagaan terhadap kesehatan, seperti yang ditetapkan oleh ilmu kedokteran baik dulu maupun sekarang, bahwa mengkonsumsi makanan secara berlebihan akan mengakibatkan berbagai penyakit, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=191&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify;">القواعد النبوية في الغذاء</h2>
<p style="text-align:justify;"><strong>DPRa-PKS-Serdang</strong><em> &#8211; CARA MAKAN RASULULLAH</em></p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita mengamati pola makan Rasulullah <em>shallallahu alaihi wa sallam</em>. Maka kita akan dapati bahwa beliau mengumpulkan beberapa aspek, diantaranya aspek faidah, kenikmatan dan penjagaan terhadap kesehatan, seperti yang ditetapkan oleh ilmu kedokteran baik dulu maupun sekarang, bahwa mengkonsumsi makanan secara berlebihan akan mengakibatkan berbagai penyakit, dan beliau tidak pernah makan hingga kekenyangan, beliau bersabda:</p>
<h2 style="text-align:justify;">بحسب ابن آدم لقيمات يقمن صلبه</h2>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Cukuplah  bagi manusia untuk mengkonsumsi beberapa suap makanan saja untuk menegakkan tulang sulbinya (rusuknya).<span id="more-191"></span></em>Akan tetapi manusia secara tabiat enggan untuk menkonsumsi makan dengan pola ini dan mungkin kebanyakan kita tidak mampu untuk melakukannya ,   jika demikian keadaannya, maka diperbolekan makan tapi hendaknya jangan melebihi sepertiga dari perut kita, sebagaimana sabda beliau:</p>
<h2 style="text-align:justify;">فإن لم يكن فثلث لطعامه وثلث لشرابه وثلث لنفسه</h2>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Jika tidak bisa demikian, maka hendaknya ia memenuhi sepertiga lambungnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk bernafas&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> membagi tingkat makanan menjadi tiga tingkatan:</p>
<p style="text-align:justify;">1-     Tingkat kebutuhan: yaitu seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Cukuplah  bagi manusia untuk mengkonsumsi beberapa suap makanan saja untuk menegakkan tulang rusuknya&#8221; </em> Jika tidak mampu menahan dirinya untuk menkonsumsi lebih maka ia berpindah ke tingkat berikutnya yaitu</p>
<p style="text-align:justify;">2-     Tingkatan cukup: yaitu mengisi sepertiga perutnya untuk untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk bernafas, dan hikmah dibalik itu dikarenakan perut kita mempunyai kapasitas yang sangat tebatas dan jika semuanya dipenuhi dengan makanan maka maka tidak ada tempat lagi untuk minum dan sulit bernafas</p>
<p style="text-align:justify;">3-     Adapun tingkat ketiga adalah tingkat berlebihan: tingkat ini bisa membahayakan dirinya tanpa ia sadari, dan hal ini banyak dialami oleh kita, dan kebanyakan orang yang  terjangkit penyakit gula, depresi, kegemukan, jantungan dan <em>stroke</em> tidak lain adalah disebabkan karena mereka tidak mengatur pola makan mereka dengan baik, serta berlebihan dalam makan dan minum.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini beberapa tata cara dan adab makan yang dianjurkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.</p>
<h3 style="text-align:justify;">1-     Membaca basmalah (بسم الله)  sebelum makan, dan jika lupa maka membaca:</h3>
<h2 style="text-align:justify;">بسم الله أوله وآخره</h2>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">2- Duduk dengan baik tegap dan tidak menyandar, karena hal itu lebih baik bagi lambung sehingga makanan akan turun dengan sempurna. Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah melarang kita untuk makan sambil bersandar</p>
<h2 style="text-align:justify;">. .  قال رسول الله صلى الله علية وسلم ((لا آكل متكئاً)) رواه البخاري&#8230;</h2>
<p style="text-align:justify;"><em>Beliau bersabda: &#8220;Sesungguhnya aku tidak makan dengan bersandar&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">3- Mencuci tangan sebelum makan, sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.</p>
<p style="text-align:justify;">4-     Menggunakan tangan kanan.</p>
<p style="text-align:justify;">5-     Bersikap sederhana dan tidak berlebih-lebihan ketika  makan.</p>
<p style="text-align:justify;">6-     Memulai makan dari yang dekat dan tidak memenuhi mulut dengan makanan yang banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">7-     Tidak banyak bicara ketika sedang makan.</p>
<p style="text-align:justify;">8-     Disunnahkan untuk makan secara berjamaah dan tidak berpencar sendiri-sendiri,karena jamaah akan mempererat persaudaraan dan menyebabkan turunnya barokah pada makanan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">9-     Ketika makan berjamaah dalam satu tempat makan maka jangan mengembalikan apa yang tersisa ditangan ke tempat makan, akan tetapi ambilah suapan yang sedikit hingga tidak bersisa.</p>
<p style="text-align:justify;">10- Tidak mengeluarkan suara keras ketika mengunyah makanan, karena hal itu mengganggu orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">11- Jangan mengawasi dan melihat-lihat orang yang sedang makan, karena hal itu mengganggu perasaan mereka, dan mengurangi selera makan.</p>
<p style="text-align:justify;">12- Tidak menyisakan makanan dipiring, bahkan kita dianjurkan untuk membersihkan tangan dan jari-jari kita dengan mulut ketika selesai makan,dan jika ada makanan yang jatuh supaya dipungut dan dibersihkan kemudian dimakan.</p>
<p style="text-align:justify;">13- Membaca hamdalah dan doa setelah makan:</p>
<h2 style="text-align:justify;">الحمد الله الذي أطعمني هذا ورزقنيه من غير حول مني ولا قوة</h2>
<p style="text-align:justify;"><em>Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan menganugerahkannya kepadaku tanpa susah payah.</em></p>
<p style="text-align:justify;">14- Mencuci tangan setelah makan.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah beberapa tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dalam makan dan minum, semoga kita bisa mengikuti petunjuk dan meniti jejaknya, <em>amin- ya Rabbal &#8216;alamin. </em></p>
<p style="text-align:justify;">sumber<em> islamhouse.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpraserdang.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpraserdang.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpraserdang.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpraserdang.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpraserdang.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpraserdang.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpraserdang.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpraserdang.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpraserdang.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpraserdang.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpraserdang.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpraserdang.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpraserdang.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpraserdang.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=191&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/06/cara-makan-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.159819 106.857316</georss:point>
		<geo:lat>-6.159819</geo:lat>
		<geo:long>106.857316</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bbc665a71892cdfc4d1da344748a7732?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dpraserdang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dakwah Tidak Dapat Dipikul Orang Manja</title>
		<link>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/04/dakwah-tidak-dapat-dipikul-orang-manja/</link>
		<comments>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/04/dakwah-tidak-dapat-dipikul-orang-manja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 04:49:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpraserdang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tasqif]]></category>
		<category><![CDATA[Taujih]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpraserdang.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[DPRaPKS-Serdang Oleh: Drs. DH Al Yusni Wahai Saudaraku yang dikasihi Allah. Perjalanan dakwah yang kita lalui ini bukanlah perjalanan yang banyak ditaburi kegemerlapan dan kesenangan. Ia merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan rintangan berat. Telah banyak sejarah orang-orang terdahulu sebelum kita yang merasakan manis getirnya perjalanan dakwah ini. Ada yang disiksa, ada pula yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=187&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>DPRaPKS-Serdang</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh: <em>Drs. DH Al Yusni</em></p>
<p style="text-align:justify;">Wahai Saudaraku yang dikasihi Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan dakwah yang kita lalui ini bukanlah perjalanan yang banyak ditaburi kegemerlapan dan kesenangan. Ia merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan rintangan berat.</p>
<p style="text-align:justify;">Telah banyak sejarah orang-orang terdahulu sebelum kita yang merasakan manis getirnya perjalanan dakwah ini. Ada yang disiksa, ada pula yang harus berpisah kaum kerabatnya. Ada pula yang diusir dari kampung halamannya. Dan sederetan kisah perjuangan lainnya yang telah mengukir bukti dari pengorbanannya dalam jalan dakwah ini. Mereka telah merasakan dan sekaligus membuktikan cinta dan kesetiaan terhadap dakwah.<span id="more-187"></span>Cobalah kita tengok kisah Dzatur Riqa’ yang dialami sahabat Abu Musa Al Asy’ari dan para sahabat lainnya –semoga Allah swt. meridhai mereka. Mereka telah merasakannya hingga kaki-kaki mereka robek dan kuku tercopot. Namun mereka tetap mengarungi perjalanan itu tanpa mengeluh sedikitpun. Bahkan, mereka malu untuk menceritakannya karena keikhlasan dalam perjuangan ini. Keikhlasan membuat mereka gigih dalam pengorbanan dan menjadi tinta emas sejarah umat dakwah ini. Buat selamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengorbanan yang telah mereka berikan dalam perjalanan dakwah ini menjadi suri teladan bagi kita sekalian. Karena kontribusi yang telah mereka sumbangkan untuk dakwah ini tumbuh bersemi. Dan, kita pun dapat memanen hasilnya dengan gemilang. Kawasan Islam telah tersebar ke seluruh pelosok dunia. Umat Islam telah mengalami populasi dalam jumlah besar. Semua itu karunia yang Allah swt. berikan melalui kesungguhan dan kesetiaan para pendahulu dakwah ini. Semoga Allah meridhai mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Duhai saudaraku yang dirahmati Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Renungkanlah pengalaman mereka sebagaimana yang difirmankan Allah swt. dalam surat At-Taubah: 42.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu. Tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka, mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, “Jika kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu.” Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka juga telah melihat siapa-siapa yang dapat bertahan dalam mengarungi perjalanan yang berat itu. Hanya kesetiaanlah yang dapat mengokohkan perjalanan dakwah ini. Kesetiaan yang menjadikan pemiliknya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian. Menjadikan mereka optimis menghadapi kesulitan dan siap berkorban untuk meraih kesuksesan. Kesetiaan yang menghantarkan jiwa-jiwa patriotik untuk berada pada barisan terdepan dalam perjuangan ini. Kesetiaan yang membuat pelakunya berbahagia dan sangat menikmati beban hidupnya. Setia dalam kesempitan dan kesukaran. Demikian pula setia dalam kelapangan dan kemudahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Saudaraku seperjuangan yang dikasihi Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya orang-orang yang rentan jiwanya dalam perjuangan ini tidak akan dapat bertahan lama. Mereka mengeluh atas beratnya perjalanan yang mereka tempuh. Mereka pun menolak untuk menunaikannya dengan berbagai macam alasan agar mereka diizinkan untuk tidak ikut. Mereka pun berat hati berada dalam perjuangan ini dan akhirnya berguguran satu per satu sebelum mereka sampai pada tujuan perjuangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyakit wahan telah menyerang mental mereka yang rapuh sehingga mereka tidak dapat menerima kenyataan pahit sebagai risiko dan sunnah dakwah ini. Malah mereka menggugatnya lantaran anggapan mereka bahwa perjuangan dakwah tidaklah harus mengalami kesulitan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya. Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (At-Taubah: 45-46)</p>
<p style="text-align:justify;">Kesetiaan yang ada pada mereka merupakan indikasi kuat daya tahannya yang tangguh dalam dakwah ini. Sikap ini membuat mereka stand by menjalankan tugas yang terpikul di pundaknya. Mereka pun dapat menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Bila ditugaskan sebagai prajurit terdepan dengan segala akibat yang akan dihadapinya, ia senantiasa berada pada posnya tanpa ingin meninggalkannya sekejap pun. Atau bila ditempatkan pada bagian belakang, ia akan berada pada tempatnya tanpa berpindah-pindah. Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah saw. dalam beberapa riwayat tentang prajurit yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Marilah kita telusuri perjalanan dakwah Abdul Fattah Abu Ismail, salah seorang murid Imam Hasan Al Banna yang selalu menjalankan tugas dakwahnya tanpa keluhan sedikitpun. Dialah yang disebutkan Hasan Al Banna orang yang sepulang dari tempatnya bekerja sudah berada di kota lain untuk memberikan ceramah kemudian berpindah tempat lagi untuk mengisi pengajian dari waktu ke waktu secara maraton. Ia selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain untuk menunaikan amanah dakwah. Sesudah menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya, ia merupakan orang yang pertama kali datang ke tempatnya bekerja. Malah, ia yang membukakan pintu gerbangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah ia mengalami keletihan hingga tertidur di sofa rumah Zainab Al-Ghazali. Melihat kondisi tubuhnya yang lelah dan penat itu, tuan rumah membiarkan tamunya tertidur sampai bangun. Setelah menyampaikan amanah untuk Zainab Al Ghazali, Abdul Fattah Abu Ismail pamit untuk ke kota lainnya. Karena keletihan yang dialaminya, Zainab Al Ghazali memberikan ongkos untuk naik taksi. Abdul Fattah Abu Ismail mengembalikannya sambil mengatakan, “Dakwah ini tidak akan dapat dipikul oleh orang-orang yang manja.” Zainab pun menjawab, “Saya sering ke mana-mana dengan taksi dan mobil-mobil mewah, tapi saya tetap dapat memikul dakwah ini dan saya pun tidak menjadi orang yang manja terhadap dakwah. Karena itu, pakailah ongkos ini, tubuhmu letih dan engkau memerlukan istirahat sejenak.” Ia pun menjawab, “Berbahagialah ibu. Ibu telah berhasil menghadapi ujian Allah swt. berupa kenikmatan-kenikmatan itu. Namun, saya khawatir saya tidak dapat menghadapinya sebagaimana sikap ibu. Terima kasih atas kebaikan ibu. Biarlah saya naik kendaraan umum saja.”</p>
<p style="text-align:justify;">Duhai saudaraku yang dimuliakan Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah contoh orang yang telah membuktikan kesetiaannya pada dakwah lantaran keyakinannya terhadap janji-janji Allah swt. Janji yang tidak akan pernah dipungkiri sedikit pun. Allah swt. telah banyak memberikan janji-Nya pada orang-orang yang beriman yang setia pada jalan dakwah berupa berbagai anugerah-Nya. Sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an.</p>
<p style="text-align:justify;">Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)- mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Anfal: 29)</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan janji Allah swt. tersebut, orang-orang beriman tetap bertahan mengarungi jalan dakwah ini. Dan mereka pun tahu bahwa perjuangan yang berat itu sebagai kunci untuk mendapatkannya. Semakin berat perjuangan ini semakin besar janji yang diberikan Allah swt. kepadanya. Kesetiaan yang bersemayam dalam diri mereka itulah yang membuat mereka tidak akan pernah menyalahi janji-Nya. Dan, mereka pun tidak akan pernah mau merubah janji kepada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya). (Al Ahzab: 23)</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai ikhwah kekasih Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah seorang pejuang Palestina yang telah berlama-lama meninggalkan kampung halaman dan keluarganya untuk membuat mencari dukungan dunia dan dana diwawancarai. “Apa yang membuat Anda dapat berlama-lama meninggalkan keluarga dan kampung halaman?” Jawabnya, karena perjuangan. Dan, dengan perjuangan itu kemuliaan hidup mereka lebih berarti untuk masa depan bangsa dan tanah airnya. “Kalau bukan karena dakwah dan perjuangan, kami pun mungkin tidak akan dapat bertahan,” ungkapnya lirih.</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai saudaraku seiman dan seperjuangan</p>
<p style="text-align:justify;">Aktivis dakwah sangat menyakini bahwa kesabaran yang ada pada dirinyalah yang membuat mereka kuat menghadapi berbagai rintangan dakwah. Bila dibandingkan apa yang kita lakukan serta yang kita dapatkan sebagai risiko perjuangan di hari ini dengan keadaan orang-orang terdahulu dalam perjalanan dakwah ini, belumlah seberapa. Pengorbanan kita di hari ini masih sebatas pengorbanan waktu untuk dakwah. Pengorbanan tenaga dalam amal khairiyah untuk kepentingan dakwah. Pengorbanan sebagian kecil dari harta kita yang banyak. Dan bentuk pengorbanan ecek-ecek lainnya yang telah kita lakukan. Coba lihatlah pengorbanan orang-orang terdahulu, ada yang disisir dengan sisir besi, ada yang digergaji, ada yang diikat dengan empat ekor kuda yang berlawanan arah, lalu kuda itu dipukul untuk lari sekencang-kencangnya hingga robeklah orang itu. Ada pula yang dibakar dengan tungku yang berisi minyak panas. Mereka dapat menerima resiko karena kesabaran yang ada pada dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesabaran adalah kuda-kuda pertahanan orang-orang beriman dalam meniti perjalanan ini. Bekal kesabaran mereka tidak pernah berkurang sedikit pun karena keikhlasan dan kesetiaan mereka pada Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (Ali Imran: 146)</p>
<p style="text-align:justify;">Bila kita memandang kehidupan generasi pilihan, kita akan temukan kisah-kisah brilian yang telah menyuburkan dakwah ini. Muncullah pertanyaan besar yang harus kita tujukan pada diri kita saat ini. Apakah kita dapat menyemai dakwah ini menjadi subur dengan perjuangan yang kita lakukan sekarang ini ataukah kita akan menjadi generasi yang hilang dalam sejarah dakwah ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ingat, dakwah ini tidak akan pernah dapat dipikul oleh orang-orang yang manja. Militansi aktivis dakah merupakan kendaraan yang akan menghantarkan kepada kesuksesan. Semoga Allah menghimpun kita dalam kebaikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahu’alam.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber <em>dakwatuna.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpraserdang.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpraserdang.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpraserdang.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpraserdang.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpraserdang.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpraserdang.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpraserdang.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpraserdang.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpraserdang.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpraserdang.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpraserdang.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpraserdang.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpraserdang.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpraserdang.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=187&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/04/dakwah-tidak-dapat-dipikul-orang-manja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.159819 106.857316</georss:point>
		<geo:lat>-6.159819</geo:lat>
		<geo:long>106.857316</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bbc665a71892cdfc4d1da344748a7732?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dpraserdang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PKS Gelar Munas di Hotel Ritz-Carlton</title>
		<link>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/01/pks-gelar-munas-di-hotel-ritz-carlton/</link>
		<comments>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/01/pks-gelar-munas-di-hotel-ritz-carlton/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 02:50:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpraserdang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Munas]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpraserdang.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Sumber &#8211; detikNews DPRa-PKS-Serdang &#8211; Jakarta &#8211; Musyawarah Nasional (Munas) PKS akan digelar pada 16-20 Juni mendatang. Berbeda dengan Munas sebelumnya, kali ini PKS menggelar acara di hotel mewah Ritz-Carlton, Sudirman, Jakarta. &#8220;Kita ingin meningkatkan citra partai,&#8221; kata Sekretaris OC Munas, Yudi Widiana Adia, saat ditemui di Jakarta, Kamis (29/4/2010). Dana yang dikucurkan untuk menggelar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=179&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sumber &#8211; <em>detikNews</em></p>
<div style="text-align:justify;"><img src="http://www.detiknews.com/images/content/2010/04/29/10/pks-cover.jpg" border="0" alt="" hspace="0" vspace="0" /><br />
<strong> </strong></div>
<p style="text-align:justify;"><strong>DPRa-PKS-Serdang &#8211; Jakarta</strong> &#8211; 	Musyawarah Nasional (Munas) PKS akan digelar pada 16-20 Juni mendatang.  Berbeda dengan Munas sebelumnya, kali ini PKS menggelar acara di hotel  mewah Ritz-Carlton, Sudirman, Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kita ingin meningkatkan  citra partai,&#8221; kata Sekretaris OC Munas, Yudi Widiana Adia, saat ditemui  di Jakarta, Kamis (29/4/2010).</p>
<p style="text-align:justify;">Dana yang dikucurkan untuk  menggelar acara ini memang tidak sedikit. Diakui Yudi, PKS mengeluarkan  dana miliaran rupiah untuk menyukseskan acara ini. &#8220;Dana ini dibebankan  kepada anggota PKS yang menjadi anggota DPR dan DPRD,&#8221; tambahnya.<span id="more-179"></span>Alasan  PKS memilih Ritz-Carlton ini karena ball room di hotel tersebut  mencukupi bagi 2.700 peserta. Selain itu, akan digelar bazaar PKS di  Auto Mall, serta kegiatan lainnya di sekitar arena.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tidak ada  ruangan yang memadai, Istora sudah diisi, yang ada hanya ball room  Ritz,&#8221; terangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyelenggaraan di Ritz pun disesuaikan dengan  tema PKS ke depan yakni &#8220;PKS untuk Semua&#8221;. &#8220;Kita akan sosialisasikan  kebijakan kepada semua kader dan kita akan memiliki kabinet pengurus  DPP, ketua majelis syuro, presiden, dan sekjen,&#8221; tutupnya.(ndr/yid)</p>
<h3><strong>Tifatul: Munas PKS di Ritz-Carlton karena Murah  Meriah</strong></h3>
<p><strong></strong>- detikNews</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>DPRa-PKS-Serdang &#8211; Jakarta</strong> &#8211; 	Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring menilai penyelenggaraan  musyawarah nasional (Munas) partainya di Hotel Ritz-Carlton, Sudirman,  Jakarta, hal yang biasa. Tempat itu dipilih justru karena lebih murah.</p>
<p>&#8220;Itu  murah meriah. Ritz-Carlton habis bom kemarin (17 Juli 2009) paling  murah,&#8221; kata mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring saat dihubungi  melalui telepon, Kamis (29/4/2010).</p>
<p>PKS telah membandingkan  tempat-tempat yang bisa digunakan untuk perhelatan untuk memilih  presiden dan sekjen partai itu. Tapi ternyata Rizt tetap lebih murah.</p>
<p>&#8220;Kemayoran  Hall lebih mahal, kapasitasnya lebih besar sampai 10 ribu. Di Ritz ini  sama seperti sewa ruangan biasa,&#8221; ujar Tifatul.</p>
<p>Dia menjelaskan,  acara yang akan digelar 16-20 Juni ini dibiayai anggota DPR/DPRD asal  PKS. &#8220;Itu duitnya urunan. Mereka ingin hadir semua dalam Munas, jadi  kita sounding mereka agar menanggung sendiri biaya,&#8221; beber Menkominfo  ini.</p>
<p>Menurutnya, tidak semua peserta Munas yang berjumlah 2.700  orang menginap di hotel bintang lima itu<strong>.</strong><strong>(ndr/nrl)</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpraserdang.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpraserdang.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpraserdang.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpraserdang.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpraserdang.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpraserdang.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpraserdang.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpraserdang.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpraserdang.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpraserdang.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpraserdang.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpraserdang.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpraserdang.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpraserdang.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpraserdang.wordpress.com&amp;blog=8879110&amp;post=179&amp;subd=dpraserdang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpraserdang.wordpress.com/2010/05/01/pks-gelar-munas-di-hotel-ritz-carlton/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.159819 106.857316</georss:point>
		<geo:lat>-6.159819</geo:lat>
		<geo:long>106.857316</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bbc665a71892cdfc4d1da344748a7732?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dpraserdang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.detiknews.com/images/content/2010/04/29/10/pks-cover.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
